Sabtu, 24 Maret 2012

All about you.. DLA

#Tentangmu. Kamu punya satu hal yang sangat teristimewa untukku. “Kemauan untuk mendengar.”
#Tentangmu. Aku jatuh cinta dengan semua ucap dan lakumu.
#Tentangmu. Semangatmu, mimpimu dan semua inginmu terlihat begitu kuat di mataku. Kamu mampu membuat itu menjadi nyata.
#Tentangmu. Kamu punya senyum yang manis. Lakumu membuatku merasa sebagai lelaki paling beruntung.
#Tentangmu. Kamu hadir membawa sekian tawa dan menyapu sekian tangis dari kedua mataku.
#Tentangmu. Ketika aku terjatuh, menangis karena luka yang kuderita, kamu hadir dan mengembalikan senyum yang sebelumnya hilang.
#Tentangmu. Di sekian kegundahan yang aku punya, kamu hilangkan raguku dengan tetap berusaha mempercayai ucap dan lakuku, juga keputusanku.
#Tentangmu. Tidaklah akan cukup huruf-huruf yang ada di dunia untuk memperlihatkan sebesar apa perasaan yang kupunya tentangmu.
#Tentangmu. Ada alpha, beta. Alif, ba. Dan huruf lainnya yg mungkin tak akan pernah bisa merangkum sekian rindu yang selalu hadir untukmu.
#Tentangmu. Kamu selalu indah, tak peduli ketika kamu sedang bermuram ataupun sedang tersenyum.
#Tentangmu. Kamu. Istimewamu. Tidak pernah sanggup aku uraikan.
#Tentangmu. Ada sekian keistimewaan yang kamu punya. Dan kurasa, tak akan pernah cukup bagiku untuk mengurainya satu per satu.
#Tentangmu. Kamu adalah jiwaku. Kamu tahu dan selalu mengerti apa yang aku rasakan. Kamu adalah ragaku.
#Tentangmu. Di saat terburuk sekali pun, kamu tahu ada getaran yang mengingatkanmu tentang keadaanku.
#Tentangmu. Kamu selalu tahu. Kamu selalu mengerti. Dan itu yang tidak bisa kudapatkan dari siapa pun, selain kamu.
#Tentangmu. Untukku, kehadiranmu, peluk dan kecupmu adalah hal-hal kecil yang membuat segala sesuatunya menjadi sempurna.
#Tentangmu. Aku menyayangimu. Dan dengan ‘percaya’, aku sempurnakan diriku untuk selalu ‘menerima’ dan ‘memahami’mu sepenuh hatiku.
#Tentangmu. Kamu melengkapi setiap waktuku, dan aku merasa menjadi sempurna karenamu. Aku sayang, kamu.
#Tentangmu. Cukuplah bagiku. Dengan kapasitasmu. Dengan kepedulianmu. Aku percaya. Aku yakin.
#Tentangmu. Cukuplah bagiku. Dengan penerimaan yang kamu berikan kepadaku selama ini. Aku percaya. Aku yakin terhadap kebaikanmu.
#Tentangmu. Aku tidak ingin meragukan kebaikanmu. Aku tidak ingin mempertanyakan apa pun.
#Tentangmu. Ketika aku percaya, aku sudah menjadikan diriku sadar.
#Tentangmu. Bahwa apa pun yang kamu akan lakukan, semua berdasarkan kesadaranmu, semua berdasarkan pertimbanganmu.
#Tentangmu. Aku percaya dengan setiap tutur katamu. Aku yakin dengan setiap keputusan yang kamu ambil.
#Tentangmu. Aku tahu aku tidak akan pernah salah ketika memercayaimu. Tidak ada satu pun yang harus aku ragukan. Aku percaya sepenuh hatiku.
#Tentangmu. Begitu pun kubuat kau menjadi teristimewa dalam hidupku. Aku jelmakan keistimewaanmu dalam angka 0.
#Tentangmu. Tahukah kau mengapa aku jelmakan kamu dalam angka 0?
#Tentangmu. Itu semua karena deretan angka yang digenapi 0 setelahnya tak akan pernah menjadi ganjil.
#Tentangmu. Sandingkan ia dengan angka manapun, maka kan kau dapatkan ia tetap menggenapinya.
#Tentangmu. Begitu pun juga dengan kamu, kamulah yang menggenapi, kamulah yang mengutuhkanku.
#Tentangmu. Nyata rasa ini aku berikan hanya untukmu. Dan nyata kudapatkan balasannya darimu.
#Tentangmu. Kamu. Serupa langit senja yang manis, denganmu, sang siang akhirnya tenggelam berganti dengan malam.

1 komentar: